Logo Bloomberg Technoz

Bezos dipandang sebagai investor pasif dan tidak akan menempati kursi di dewan direksi.

Meskipun melibatkan Bezos—orang terkaya ketiga di dunia dengan kekayaan US$272 miliar—serta Eduardo Saverin (dengan estimasi kekayaan US$33 miliar) dan keluarga Mittal (sekitar US$17 miliar), FSG akan tetap memegang kendali operasional Liverpool sekaligus berstatus sebagai pemilik mayoritas.

Investasi 1892 Holdings ini masih menunggu persetujuan regulator—proses yang bisa memakan waktu hingga 90 hari—dan tidak akan berdampak pada anggaran maupun strategi transfer Liverpool musim panas ini.

Tidak ada pula perubahan dalam kepemimpinan maupun operasional sehari-hari klub.

FSG menegaskan kesepakatan ini bukan bagian dari strategi untuk melepas kepemilikan klub yang mereka akuisisi pada 2010 seharga £300 juta, setelah masa kepemilikan Tom Hicks dan George Gillett yang nyaris menghancurkan klub tersebut.

Transaksi ini tidak mengharuskan FSG untuk menjual lebih banyak saham klub kepada 1892 pada kemudian hari, ataupun membebankan kewajiban bagi 1892 untuk menambah kepemilikan saham mereka. Namun, kesepakatan ini memberikan opsi bagi konsorsium Bhatia untuk membeli lebih banyak saham Liverpool seandainya pemilik mayoritas pada akhirnya memutuskan untuk menjualnya.

FSG menyatakan komposisi konsorsium Bhatia—dan bukan kebutuhan finansial—lah yang membuat mereka tertarik pada proposal pengusaha keturunan Inggris-India tersebut.

Tim pimpinan FSG yang terdiri dari pemilik utama John W. Henry, ketua Tom Werner, dan presiden Mike Gordon telah menghabiskan waktu hampir setahun untuk mengenal Bhatia lebih jauh; mereka meyakini bahwa kesepakatan ini akan menciptakan peluang lebih luas bagi Liverpool di bidang bisnis global, teknologi, dan investasi, termasuk di pasar-pasar penting seperti India dan Asia.

Gordon, yang kembali mengambil peran lebih aktif di Liverpool menyusul kepergian Michael Edwards selaku kepala eksekutif sepak bola di FSG, mengatakan Liverpool selalu dibangun dengan visi yang melampaui satu musim kompetisi dan pengambilan keputusan yang mengutamakan kepentingan jangka panjang klub.

Pendekatan tersebut terus menarik minat dari para investor serta pemimpin bisnis terkemuka di seluruh dunia.

“Saat kami mempertimbangkan peluang ini, terlihat jelas bahwa Amit dan konsorsiumnya memiliki kesamaan filosofi jangka panjang serta apresiasi terhadap hal-hal yang menjadikan Liverpool istimewa. Pengalaman dan perspektif mereka akan melengkapi fondasi kuat yang telah ada, dan kami sangat menantikan kerja sama ini," ujarnya dikutip The Guardian. 

Mengingat adanya peraturan keuangan Liga Premier dan UEFA yang mengaitkan pengeluaran klub dengan pendapatan, investasi baru ini tidak akan memberikan dampak langsung bagi pelatih kepala Andoni Iraola dan tim Liverpool-nya.

Namun, peluang komersial yang muncul berkat keterlibatan Bezos, Bhatia, dan Saverin akan memungkinkan klub yang bermarkas di Anfield ini untuk meningkatkan pendapatan tahunan mereka secara signifikan.

Pendapatan tahunan Liverpool tercatat mencapai rekor sebesar £703 juta pada tahun yang berakhir pada Mei 2025.

Berbicara mewakili 1892 Holdings, Bhatia mengatakan, “Kami sangat bangga dapat berinvestasi di Liverpool Football Club dan bermitra dengan FSG dalam langkah ini. Kami sangat menghormati dan mengagumi FSG selaku pemilik klub serta segala pencapaian mereka di Anfield."

“Menjadi mitra bagi klub sebesar ini merupakan sebuah kehormatan besar. Kami melakukan investasi ini karena kami sangat meyakini potensi Liverpool serta jajaran kepemimpinannya, dan kami berharap dapat terus mendukung kesuksesan klub ini pada masa mendatang.”

Bhatia pernah terlibat dengan QPR selama hampir 19 tahun dan memegang berbagai peran—mulai dari ketua klub hingga ketua yayasan komunitas klub—sebelum mengalihkan kepemilikan sahamnya pada Juli.

Dia kemungkinan akan lebih sering terlihat hadir secara langsung di Anfield dibandingkan dengan anggota konsorsiumnya yang lain ataupun pihak FSG.

(wdh)

No more pages