Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Businessweek Indonesia

Pukulan Bertubi dari MSCI Kala Perekonomian RI Hadapi Tantangan

Bloomberg Businessweek Indonesia
16 October 2026 16:44

Warga beraktivitas di dekat Anak Kali Krukut di Kebun Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga beraktivitas di dekat Anak Kali Krukut di Kebun Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Businessweek Indonesia, Jakarta - Pengumuman MSCI Inc., lembaga penyedia indeks global yang berpusat di New York, Amerika Serikat, perihal kemungkinan penempatan Indonesia ke dalam kategori Standalone Market dari posisi saat ini di Emerging Market (EM), bisa membawa dampak luar biasa bagi perekonomian RI yang sebenarnya tengah menghadapi tantangan tak mudah: dari krisis BBM, kebakaran hutan dan lahan yang makin meluas dan memicu kabut asap beracun, kekeringan di banyak daerah buntut El Nino, juga pelemahan daya beli terutama di kalangan kelas menengah dan bawah.

Bila vonis itu benar-benar jatuh, dana pemodal asing yang sangat besar dan selama ini berputar mencari cuan di bursa domestik bisa hengkang dan menyeret nilai tukar rupiah semakin buruk dari posisi saat ini yang sudah menyentuh kisaran Rp18.000/US$. Pelemahan rupiah efeknya bisa luas hingga ke dapur-dapur rumah tangga masyarakat di perkampungan yang bahkan mungkin tidak pernah mendengar apa itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), apalagi MSCI.


(bbw)