Logo Bloomberg Technoz

Dengan demikian, Airlangga mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki industri tekstil dan produk tekstil domestik menyusul perjanjian dagang dengan sejumlah mitra tersebut.

Pemerintah telah menyiapkan dana US$6 miliar atau sekitar Rp101 triliun (asumsi kurs Rp16.850 per dolar AS) untuk mendorong perbaikan industri tekstil domestik.

“Pemerintah akan menyiapkan US$6 miliar untuk co-invest atau co-financing, nanti formulasinya akan kita bahas,” tuturnya.

BUMN Tekstil

Sebelumnya, pemerintah turut berencana untuk membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus yang mengurusi bisnis tekstil.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan BUMN tersebut akan diminta untuk fokus menangani masalah garmen dan tekstil, khususnya pasca-kejadian pailit yang menimpa PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). 

Prasetyo mengatakan wacana pembentukan BUMN tekstil ini sedang dalam proses dan diharapkan bisa selesai dalam waktu dekat.

Bagaimanapun, kata Prasetyo, Sritex merupakan industri tekstil yang harus diselamatkan karena mempekerjakan 10.000 karyawan. 

"Sehingga Sritex bagaimanapun kita harus selamatkan dalam artian kegiatan ekonominya tetap harus berjalan karena di sana kurang lebih mempekerjakan 10.000 karyawan dan cukup besar kegiatan ekonomi yang dihasilkan," ujar Prasetyo kepada awak media, Senin (19/1/2026). 

Bila diperlukan, kata Prasetyo, pemerintah juga akan membuka kemungkinan pemberian insentif pada sektor tektil. Lagipula, katanya, garmen dan tekstil merupakan industri padat karya yang memerlukan perhatian dari pemerintah. 

(naw)

No more pages