Bentuknya, OJK mendukung kemudahan akses keuangan UMKM di mana dibantu penyediaan dan pendampingan agar UMKM berkembang dan meningkatkan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi.
Lainnya, program hilirisasi pengembangan ekosistem bullion bank yang sudah memiliki transaksi sebesar 16.860 kg emas dengan nilai Rp48 triliun. Ada juga program menjaga UMKM pasca bencana Sumatera dengan mengeluarkan perlakuan khusus ke debitur terdampak untuk tiga tahun ke depan.
“Dalam rangka tersedia sumber pendanaan ketiga adalah pendalaman pasar keberlanjutan untuk mencapai target peningkatan peran, asuransi, Dapen dan BP Danantara dan juga ini upaya kita bersama. upaya literasi dan inklusi pada keuangan masyarakat sebagai tujuan akhir,” terangnya.
Friderica menambahkan untuk mendukung rencana pemerintah untuk net zero emmision dengan meluncurkan taksonomi untuk keuangan berkelanjutan Indonesia versi 3 dengan navigator khusus.
“OJK dan lembaga terkait sedang memfinalisasi registri unit karbon agar Indonesia bisa memperoleh manfaat maksimal dari pengembangan ekonomi berkelanjutan,” terangnya.
(roy)


























