Atas stabilnya rating Indonesia Baa2 dengan penyesuaian outlook dari stabil menjadi negatif, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengapresiasi asesmen Moodys.
Kemenkeu mengatakan pemerintah terus melakukan transformasi ekonomi dan menghidupkan seluruh mesin pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga terus memastikan bahwa setiap potensi risiko dapat dikelola dengan baik.
"Berbagai upaya debottlenecking yang menghambat aktivitas usaha terus dilakukan. Selain itu, Pemerintah bersama Bank Indonesia berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga dan nilai tukar serta stabilitas pasar keuangan. Sinergi fiskal dan Danantara akan dioptimalkan," ungkap Kemenkeu melalui pernyataan resminya dikutip Kamis (5/2/2026).
Kemenkeu menambahkan dengan komitmen dan konsistensi kebijakan, pemerintah optimis dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan kesejahteraan rakyat. Indikasinya sudah terlihat sejak Semester II-2025 dengan berbagai indikator yang membaik.
"Hal ini juga dikonfirmasi dengan kinerja pertumbuhan ekonomi Triwulan IV-2025 sebesar 5,39% yang melebihi ekspektasi pasar. Pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi akan terus membaik dengan komitmen pengelolaan ekonomi yang makin baik, ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang meningkat, dan investasi yang meningkat di berbagai sektor sebagai indikator makin kuatnya kepercayaan investor terhadap Indonesia," terang Kemenkeu.
(red)


























