Logo Bloomberg Technoz

Proyek itu bakal dikerjakan PLN Indonesia Power bersama dengan perusahaan berbasis di Arab Saudi, ACWA Power.

“Itu untuk PLTS Saguling,” ujarnya.

Airlangga menjelaskan saat ini proyek yang masuk dalam antrean untuk mendapatkan pendanaan JETP tercatat sebanyak 20 proyek.

“Kita punya banyak project on the list yang on the pipeline. Lebih dari 20 proyek,” ucapnya.

Sebelumnya, Airlangga mengungkapkan JETP telah menyalurkan dana US$3,1 miliar untuk transisi energi, dari total pendanaan yang dijanjikan saat ini.

Sejumlah proyek prioritas yang mendapatkan pendanaan dari JETP antara lain; Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Legok Nangka, PLTS terapung Saguling, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh.

Kemudian, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di daerah Sumatera Selatan, Green Energy Corridor Sulawesi (GECS), hingga program dedieselisasi.

Rencana komposisi dana JETP itu sekitar US$11,4 miliar digelontorkan publik dari International Partners Group (IPG) dan US$10 miliar dari Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ).

Sebagai informasi, Pemerintah Kanada, Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Norwegia, dan Uni Eropa membentuk IPG yang berkomitmen untuk mendukung JETP Indonesia melalui pendanaan pembangunan.

Selanjutnya, IPG tersebut bekerja sama dengan GFANZ yang merupakan koalisi global di mana terdiri dari lembaga-lembaga keuangan terkemuka.

Pada awal 2025, Jerman mengambilalih kepemimpinan IPG di JETP Indonesia bersama Jepang.

Melalui kelompok kerja yang dibentuk oleh GFANZ, lembaga keuangan terkemuka seperti Standard Chartered, berkomitmen untuk memobilisasi pendanaan swasta dan memfasilitasi investasi guna mendukung transisi energi Indonesia bersama dengan IPG.

(azr/naw)

No more pages