Korongupil, pemilik akun X lain juga menagih solusi dari manajemen karena usahanya mencetak emas miliknya sendiri selalu terkendala dengan alasan ‘stok tidak mencukupi’.
Halo min saya mau cetak fisik ke gerai terdekat dan coba ke gerai lain hasilnya begini terus.
— korongupil (@upil2025) February 3, 2026
Solusinya gimana ya @Pegadaian pic.twitter.com/BheioOfzdx
Meski demikian beberapa pihak lain justru menimpali bahwa dirinya tidak pernah mengalami keterlambatan penerimaan emas fisik Pegadaian. Ada pihak yang kemudian memberi saran agar pelunasan dan pengambilan dilakukan di kantor pusat Pegadaian untuk mencegah kesulitan mengambil emas fisik.
Pihak Pegadaian mengakui dan meminta maaf terkait macetnya proses pengambilan emas fisik yang sebelumnya diarahkan bisa melalui aplikasi Tring! Pegadaian. Perusahaan mengaku adanya keterbatasan persediaan.
“Dalam kondisi normal restock dilakukan setiap pagi, namun saat ini permintaan fisik sangat tinggi dan stok pasar terbatas, restock dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB. Apabila pada waktu tersebut denominasi atau brand yang diinginkan belum tersedia, silakan dapat melakukan pengecekan berkala melalui aplikasi Tring! by Pegadaian atau menghubungi Outlet Pegadaian terdekat untuk melakukan konfirmasi mengenai ketersediaan.”
Lebih lanjut, Pegadaian menjelaskan bahwa antrean panjang terjadi disebabkan oleh lonjakan permintaan nasabah terhadap emas fisik yang terjadi secara bersamaan. Perusahaan klaim tengah mengoptimalisasi pencetakan emas fisik “sesuai dengan permintaan denominasi atau gramasi emas dari nasabah, dimana membutuhkan waktu untuk memproduksi dan disbribusi,” disampaikan Pegadaian, dikutip Kamis (5/2/2026).
Pegadaian mengeklaim bahwa investasi emas mereka nasabah sepenuhnya memiliki underlying asset emas fisik 1:1. Ini artinya setiap produk investasi Tabungan Emas dan Cicil Emas Pegadaian “dijamin dengan emas fisik yang setara.”
(wep)




























