Logo Bloomberg Technoz

BI Klaim Insentif Moneter Mampu Tarik Modal Asing US$9,9 Miliar

Redaksi
22 October 2026 09:10

Sejumlah uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sejumlah uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengklaim insentif instrumen moneter telah berhasil menarik aliran modal asing masuk ke Indonesia sebesar US$9,9 miliar sejak diberlakukan pada Juni hingga 20 Oktober 2026.

Insentif tersebut tidak hanya terkait instrumen Swap dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) Beli Lindung Nilai Konvensional kepada BI, tetapi juga untuk transaksi Local Currency Transaction (LCT) dengan negara mitra sehingga imbal hasil aset rupiah menjadi tetap menarik.

Gubernur BI Destry Damayanti menjelaskan bank sentral berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan terus mengoptimalkan seluruh instrumen moneter.


"Termasuk memperkuat kebijakan insentif untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas," ujar Destry dalam keterangan tertulis hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, dikutip Kamis (22/10/2026).

Berdasarkan data BI, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tercatat melemah 0,61% sepanjang Oktober 2026, dipengaruhi kondisi ekonomi dan geopolitik global yang bergejolak.