Logo Bloomberg Technoz

BI Pompa Likuiditas Bank, Turunkan GWM dari 9% Jadi 7%

Pramesti Regita Cindy
21 October 2026 14:37

DG BI, Filianingsih Hendarta dan Gubernur BI, Destry Damayanti saat konferensi pers RDG di Bank Indonesia, Rabu (23/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andre)
DG BI, Filianingsih Hendarta dan Gubernur BI, Destry Damayanti saat konferensi pers RDG di Bank Indonesia, Rabu (23/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andre)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menambah likuditas perbankan untuk menyalurkan kredit kepada masyarakat. Caranya dengan menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) bagi bank konvensional dan bank syariah secara bertahap.

Bagi bank konvensional, GWM akan turunkan dari 9% menjadi 7% secara bertahap. Penurunan dari 9% menjadi 8% mulai 1 November 2026. kemudian turun lagi menjadi 1% menjadi 7% mulai 1 Desember 2026.

Bagi bank syariah dan unit usaha syariah (UUS) diturunkan dari 7,5% menjadi 5,5%. Penurunan dari 7,5% menjadi 6,5% dilakukan mulai 1 November 2026. Penurunan 1% menjadi 5,5% dilakukan pada 1 Desember 2026.


Penurunan GWM juga diikuti dengan penurunan besar kebijakan insentif likuiditas makroprusial (LKM) yang turun dari 6% menjadi 5% berlaku mulai 1 Desember 2026.

“Besaran bagian tertentu dari pemenuhan kewajiban GWM rupiah secara rata-rata yang diberikan renumerasi paling banyak sebesar 5% dari GWM rupiah secara rata-rata mulai berlaku 1 Desember 2026,” ungkap Gubernur BI Destry Damayanti dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/10/2026).