KOMODITAS TAMBANG
Produksi Smelter Mau Dikontrol, Harga Bijih Nikel Rawan Ambrol
Azura Yumna Ramadani Purnama
21 October 2026 14:10

Bloomberg Technoz, Jakarta – Analis komoditas mengingatkan harga bijih atau ore nikel dapat anjlok jika pengontrolan volume produksi smelter nikel dilakukan dan pasokan bijih tetap berlimpah.
Analis komoditas dan Founder Traderindo Wahyu Laksono menyatakan jika produksi smelter penghasil produk antara (intermediate ) yang didominasi besi kasar nikel atau nickel pig iron (NPI) dibatasi secara ketat, tetapi produksi tak dikontrol, harga bijih domestik berpotensi anjlok.
“Jika output NPI ditekan tetapi bijih tetap berlimpah, harga bijih domestik justru bisa anjlok, sementara pabrik baja China dapat beralih mengoptimalkan scrap nikel atau menyerap pasokan olahan dari luar negeri,” kata Wahyu kepada Bloomberg Technoz, Rabu (21/10/2026).
Di sisi lain, Wahyu mengingatkan ketika pasokan NPI dibatasi, pabrik baja China berpotensi mengoptimalkan penggunaan skrap nikel atau beralih menyerap produk olahan dari negara selain Indonesia.
Wahyu menilai pembatasan produksi di sisi hilir perlu memperhitungkan kondisi pasokan dan permintaan nikel secara keseluruhan.





























