Logo Bloomberg Technoz

Premi Risiko Investasi di Indonesia Naik

Tim Riset Bloomberg Technoz
21 October 2026 13:49

Mata uang rupiah dengan latar dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Mata uang rupiah dengan latar dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Premi risiko berinvestasi di Indonesia melejit pada Rabu (21/10/2026), menjelang pengumuman BI Rate siang ini. Hal itu tergambar dari posisi Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun yang naik, mendekati 100, sebelum akhirnya melandai di kisaran 99.

Posisi CDS kerap menjadi sinyal adanya kenaikan maupun penurunan persepsi risiko investor terhadap aset Indonesia. 

CDS INDON 5 Tahun naik ke 100, lalu melandai di 99, tersengat tekanan eksternal, pada Rabu (21/10/2026). (Bloomberg)

CDS merupakan instrumen yang digunakan investor untuk mendapat perlindungan terhadap risiko gagal bayar dari penerbitan utang. Kenaikan CDS ini mencerminkan naiknya biaya perlindungan terhadap risiko kredit negara. Semakin tinggi CDS, semakin besar juga kompensasi yang diminta pasar untuk menanggung risiko tersebut. 


Tekanan Eksternal & Faktor Domestik

Kenaikan CDS dalam beberapa pekan terakhir dipicu oleh tekanan eksternal. Tak cuma itu, risiko spesifik dari pasar domestik juga masuk dalam perhitungan investor.