Logo Bloomberg Technoz

Ekonom: Perlu Langkah Tegas, BI Rate Sebaiknya Naik

Redaksi
21 October 2026 11:48

Jaga Inflasi, BI Rate Naik 50 Bps Menjadi 5,25%. (Diolah dari Berbgai Sumber)
Jaga Inflasi, BI Rate Naik 50 Bps Menjadi 5,25%. (Diolah dari Berbgai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah agaknya masih menghadapi tekanan pelemahan di tengah memburuknya arus modal asing, disertai adanya ketidakpastian di pasar keuangan domestik. 

Di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF), rupiah terkonsolidasi di rentang Rp18.010-18.025/US$. Sedangkan, di pasar spot rupiah siang ini bergerak di kisaran Rp17.976-17.993/US$. 

Meski mampu mempertahankan posisinya di bawah Rp18.000/US$ di pasar spot, rupiah sejatinya masih menghadapi sejumlah tekanan, usai pengumuman MSCI yang kemungkinan akan menurunkan status Indonesia jadi pasar mandiri (Standalone Market). 


Tekanan ini dapat mempercepat arus keluar modal asing dari pasar saham, serta melemahkan permintaan terhadap obligasi domestik. 

Dampaknya sudah terasa dari pergerakan investor di pasar obligasi pemerintah. Data memperlihatkan arus keluar modal asing lebih besar ketimbang yang masuk.