Pasar Terbelah, Makin Banyak yang Ramal BI Rate Naik
Redaksi
21 October 2026 09:52

Bloomberg Technoz, Jakarta - Konsensus ekonom dan analis soal arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) kian terbelah. Makin banyak yang mengubah proyeksi suku bunga acuan BI Rate yang pengumumannya akan digelar siang ini, Rabu (21/10/2026).
Sebanyak 17 dari 38 ekonom/analis yang disurvei Bloomberg kini memperkirakan BI akan mengerek suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) jadi 6%. Sementara, dua ekonom (Bloomberg Economics dan Citigroup) memproyeksikan BI akan lebih agresif dengan menaikkan BI Rate sebanyak 50 bps jadi 6,25%.
Adapun 19 ekonom dan analis lainnya masih memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%.
Kelompok ekonom yang memperkirakan BI menahan suku bunga di 5,75% menilai bank sentral masih memiliki instrumen lain untuk menjaga stabilitas rupiah. Dari sisi inflasi, laju kenaikan harga konsumen pada September tercatat 3,28% secara tahunan (year-on-year/yoy), masih berada dalam sasaran BI sebesar 1,5-3,5%. Kondisi ini dianggap masih memberi ruang bagi BI tidak buru-buru menaikkan suku bunga.
Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas Lionel Priyadi memperkirakan BI akan tetap menahan BI Rate di level sekarang.
































