Logo Bloomberg Technoz

Prancis Redam Kerusuhan saat Gelombang Protes Guncang Eropa

News
19 October 2026 06:32

Api berkobar dalam sebuah demonstrasi di dekat Gare Saint-Lazare di Paris, Prancis, pada hari Sabtu (17/10). (Sumber: Bloomberg)
Api berkobar dalam sebuah demonstrasi di dekat Gare Saint-Lazare di Paris, Prancis, pada hari Sabtu (17/10). (Sumber: Bloomberg)

Gaspard Sebag dan Alan Katz - Bloomberg News

Bloomberg, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa negaranya diliputi kemarahan dan rasa malu setelah kekerasan meluas selama akhir pekan. Ia menyerukan agar ketertiban kembali dipulihkan.

Aksi protes di sejumlah kota berujung bentrokan antara polisi dan demonstran, memicu salah satu gelombang kekerasan jalanan terburuk di Prancis dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah toko dijarah dan bangunan bersejarah dibakar.


“Negara ini membutuhkan ketertiban dan perdamaian, bukan eskalasi,” kata Macron dalam pidato pada Minggu (18/10) malam. Ia menambahkan bahwa pejabat regional yang dikenal sebagai prefek akan berkoordinasi dengan para wali kota untuk menentukan langkah perlindungan terhadap gedung-gedung publik dan tempat usaha, termasuk melarang aksi unjuk rasa jika diperlukan.

Prancis mengalami gelombang demonstrasi terbesar di antara sejumlah aksi yang berlangsung di Eropa. Belgia, Italia, dan Portugal juga terdampak. Nilai tukar euro melemah 0,5% menjadi US$1,1186 pada awal perdagangan Asia, Senin (19/10).