Konsensus Bloomberg: BI Rate Tetap 5,75%
Tim Riset Bloomberg Technoz
20 October 2026 10:15

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga acuan di 5,75%, meski kenaikan inflasi kian persisten dan rupiah menghadapi tekanan di level Rp18.000/US$.
Melansir konsensus yang dihimpun Bloomberg dari 34 ekonom dan analis menghasilkan median estimasi 5,75%. Namun konsensus ini tak sepenuhnya bulat, dengan adanya proyeksi tertinggi 6,25% dan terendah 5,75% .
Sebanyak 12 ekonom dan analis, di antaranya DBS Bank, BCA, Bloomberg Ecomomics, CIMB, Moodys Analytics, Maybank dan Bank Permata, memperkirakan BI perlu mengerek suku bunga jadi 6%. Sementara Helmi Arman dari Citigroup bahkan memperkirakan BI perlu menaikkan suku bunga lebih agresif jadi 6,25%.
Namun, mayoritas ekonom dan analis masih berpikir BI tak perlu mengerek suku bunga acuan dan menahannya di 5,75%. Kelompok dovish ini mempertimbangkan BI masih bisa menahan suku bunga acuan, sebab tekanan terhadap rupiah datang dari arus keluar modal asing di pasar saham setelah MSCI mengumumkan bahwa pasar saham Tanah Air sedang dipertimbangkan untuk turun ke Standalone Market.
Sementara, inflasi masih relatif terjaga di rentang target BI. Selain itu, bank sentral Amerika Serikat (AS) pun diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan Oktober di level 3,75-4% dengan probabilitas sebesar 82,2%.


























