Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Buka Perdagangan di Rp18.053/US$, BI Rate Jadi Sorotan

Tim Riset Bloomberg Technoz
19 October 2026 09:18

Karyawan menghitung rupiah di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung rupiah di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah hari ini (19/10/2026) kembali dibuka melemah 0,23% ke Rp18.053/US$, menyusul berlanjutnya tekanan di pasar saham dan kekhawatiran akan arus keluar modal asing dari pasar RI, setelah pengumuman MSCI pekan lalu. 

Rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) juga bergerak melemah di kisaran Rp18.074/US$. Sementara, harga minyak mentah berada di US$105/barel dan indeks dolar Amerika Serikat (AS) di 101,84 masih membebani sentimen eksternal. 

Pergerakan rupiah di pasar offshore dan spot. (Bloomberg)

Dari Asia, pergerakan mata uang relatif beragam merespons pergerakan harga minyak dan aset dolar AS. Baht Thailand menguat 0,15%, diikuti won Korea Selatan 0,11%, ringgit Malaysia 0,07%, yuan China dan offshore masing-masing 0,02%, serta dolar Hong Kong menguat terbatas 0,01%. Sebaliknya, dolar Taiwan melemah paling tajam 0,42%, diikuti peso Filipina 0,17%, dan dolar Singapura 0,04%. 


Penguatan di pasar valuta Asia ditopang oleh tidak adanya kepastian dari Kevin Warsh, Ketua The Fed, mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan pada pertemuan IMF-Bank Dunia di Bangkok pekan lalu. 

Sikap dovish itu muncul meski tekanan inflasi AS menunjukkan kenaikan, seperti tercermin dalam data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS dan Indeks Harga Produsen (PPI) September yang naik.