Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Menutup Perdagangan Pekan Ini di Rp18.011/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
16 October 2026 15:45

Karyawan menghitung rupiah di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung rupiah di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan pekan ini dengan pelemahan 0,41% ke Rp18.011/US$, bersamaan dengan aksi jual di pasar surat utang dan penguatan yang terjadi di pasar valutas Asia. 

Dari kawasan, mayoritas mata uang cenderung menguat hari ini, seiring tekanan di pasar obligasi global mereda. Yield US Treasury 10 tahun terpangkas ke 5,08% dan indeks dolar AS relatif landai dan turun 0,91% ke 101,8.  

Won Korea Selatan menguat cukup tajam 0,71%, disusul dolar Singapura 0,14%, rupee India, yuan China, peso Filipina, yuan offshore, dan ringgit Malaysia. Sebaliknya rupiah melemah bersama dolar Taiwan sore ini. 

Pergerakan mata uang Asia pada Jumat (16/10/2026). (Bloomberg)

Pergerakan rupiah hari ini menggenapi pelemahannya sepanjang pekan ini rupiah yang tercatat 0,71%. Rupiah sempat dibuka Rp17.888/US$ pada sesi pembukaan spot Senin (12/10/2026), dan sore ini berada di Rp18.011/US$. 

Di pasar obligasi, aksi jual terjadi secara masif di hampir semua tenor, kecuali tenor 20 tahun. Tenor 4 tahun alami kenaikan yield paling tajam 25,2 bps jadi 7,29%, diikuti tenor 2 tahun naik 17 bps jadi 6,92%. Tenor 15 tahun juga menanjak ke 7,43%. 

Yield naik di pasar obligasi. (Bloomberg)