Pasar Surat Utang Tertekan, Yield Naik di Semua Tenor Imbas MSCI
Tim Riset Bloomberg Technoz
16 October 2026 10:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar surat utang mengalami aksi jual pada Jumat (16/10/2026), imbas pengumuman MSCI yang mempertimbangkan pasar saham Indonesia turun ke Standalone Market.
Melansir data Bloomberg pada 09.20 WIB, investor melepas kepemilikan surat utang RI di hampir semua tenor. Lonjakan yield tak terhindarkan. Pada tenor 1 tahun, yield naik 9,1 bps jadi 6,8%, diikuti yield 2 tahun naik 9,6 bps jadi 6,85%. Begitu juga dengan yield tenor acuan 10 tahun naik 3,2 bps jadi 7,28%.
Padahal, yield US Treasury hari ini melandai dan terpangkas 11,5 bps jadi 5,07%. Alarm risk-off investor global sepertinya kembali berdering. Sebab, penguatan di pasar obligasi AS diikuti oleh sebagian obligasi-obligasi negara lainnya. Seperti, Prancis turun 8,8 bps jadi 4,79%, Itali turun 6,8 bps jadi 4,48%, Inggris jadi 5,37%.
Sementara, di pasar surat utang Asia tekanan juga terjadi. Seperti obligasi Jepang yang naik 4,2 bps jadi 2,92% di tenor acuannya. Begitu juga China yang naik tipis 0,4 bps jadi 1,65%. Sedangkan obligasi Korea Selatan cukup stabil di 4,18%.
Pasar keuangan RI diperkirakan tertekan secara luas hari ini. Lionel Priyadi Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, memperkirakan yield surat utang negara tenor 10 tahun akan bergerak di rentang 7,3%-7,35% hari ini, seiring aksi jual yang terjadi secara luas.



























