Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Kerentanan Fiskal yang Mengintai
Tim Riset Bloomberg Technoz
15 October 2026 12:24

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah kembali melemah hingga nyaris sentuh Rp17.950/US$ pada sesi perdagangan spot Kamis (15/10/2026).
Pelemahan rupiah terjadi bersamaan dengan aksi jual di pasar saham. Sementara pasar obligasi cenderung lebih tenang dengan perubahan yield yang terbatas.
Tekanan eksternal menjadi salah satu penyebab pelemahan mata uang Garuda siang ini.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin G.Hutapea mengatakan rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari perkiraan dan meningkat dari periode sebelumnya mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang lebih agresif oleh bank sentral Federal Reserve.
"Selain itu, ketidakpastian penyelesaian konflik di Timur Tengah mendorong harga minyak tetap tinggi di atas US$105 per barel dan meningkatkan risiko fiskal ke depan," kata Erwin dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2026).





























