Rupiah Nyaris Rp18.000/US$, BI Ungkap Biang Keladinya
Redaksi
15 October 2026 10:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah nyaris ke level Rp18.000/US$ pada hari ini, Kamis (15/10/2026). Melansir data Bloomberg, rupiah spot dibuka terdepresiasi 0,3% ke Rp17.956/US$.
Menanggapi fluktuasi rupiah, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin G.Hutapea menjelaskan rilis data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan dan meningkat dari periode sebelumnya mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang lebih agresif oleh bank sentral Federal Reserve.
"Selain itu, ketidakpastian penyelesaian konflik di Timur Tengah mendorong harga minyak tetap tinggi di atas US$105 per barel dan meningkatkan risiko fiskal ke depan," kata Erwin dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2026).
Indeks dolar AS (DXY) sempat meningkat tajam ke level tertinggi sejak Mei 2025, dan imbal hasil obligasi AS atau yield US Treasury tenor 2 tahun sempat naik 12 basispoin (bps) ke level 4,90%.
"Memburuknya sentimen risk off tersebut mendorong penguatan dolar AS serta tekanan arus keluar dana dari portofolio aset pasar negara berkembang di tengah kenaikan yield obligasi," tuturnya.






























