Logo Bloomberg Technoz

Keputusan menaikan harga pada seri iPhone 18 Pro mungkin berdampak dalam jangka pendek, namun Counterpoint menegaskan bahwa seri premium ini masih mendapat atensi baik di dua pasar utama, China dan India.

Mari kita bandingkan dengan produsen seperti Xiaomi yang mengalami kejatuhan dari sisi pangsa pasar, tersisa 10% dibandingkan periode lalu 14%. Pada saat yang sama Xiaomi, yang kini merambat mobil listrik, telah mengurangi eksposurnya pada segmen harga rendah dan pasar luar negeri yang bukan merupakan fokus utama. Harga jual perangkat terbaru juga mereka menaikan demi menyesuaikan tingginya biaya memori.

Dua brand yang terikat dalam satu grup perusahaan, OPPO dan vivo, masing-masing mencatatkan pangsa pasar 9% (turun dari tahun lalu 12%) dan 8% (turun dari tahun lalu 9%). Membidik segmen harga entry-level dan menengah, OPPO dan vivo ikut gelombang menaikkan harga jual ke konsumen.

Merespon perubahan biaya memori, OPPO mulai meningkatkan efisiensi biaya serta mengonsolidasikan portofolio. sementara, vivo selain fokus pada seri Y, brand ini juga memprioritaskan pasar inti di India dan China.

Counterpoint mengibaratkan bahwa dua segmen ponsel ini semakin tampak kesenjangannya efek dari kelangkaan pasokan chip. International Data Corporation bahkan menyebutnya sebagai “tsunami rantai pasok,” yang dalam proyeksinya di awal tahun bakal menjadi tantangan serius produsen smartphone di level harga bawah.

Kelangkaan ini berarti juga berarti  reset secara struktural di pasar, pasalnya industri akan dihadapkan pada kendala pasokan, yang memengaruhi daya beli atau permintaan. Francisco Jeronimo dari IDC bahkan menyorot khusus produsen ponsel berbasis Android, sebagai pihak yang terdampak paling besar. “Biaya komponen yang meningkat akan menekan margin mereka, dan mereka tidak akan punya pilihan selain meneruskan biaya tersebut kepada pengguna akhir.”

(wep)

No more pages