Sederet Sentimen Pemberat IHSG Hingga Sentuh 5.828
Muhammad Julian Fadli
13 October 2026 16:19

Bloomberg Technoz, Jakarta - Arus jual makin deras di pasar saham Indonesia jelang penutupan perdagangan hari ini, Selasa (13/10/2026). Terpantau beberapa saham menjadi pembeban Indeks Komposit di antaranya PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), hingga PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Sementara di jajaran pengungkit IHSG, ada PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL).
Tekanan yang dialami oleh pasar saham sudah berlangsung sepanjang 2026, terutama karena arus jual pemodal investor asing yang tanpa jeda. Mengacu data otoritas yang dikompilasi oleh Bloomberg, para pemodal asing telah melangsungkan net sell senilai total US$4,87 miliar (Rp 84,85 triliun) year–to–date di bursa saham Tanah Air.
Berbagai sentimen negatif tidak memberikan peluang bagi IHSG untuk bangkit, terutama isu dalam negeri. Ancaman degradasi menjadi Frontier Market dari MSCI (Morgan Stanley Capital International) terhadap pasar modal Indonesia amat menjadi sentimen negatif yang paling berat.
Terlebih lagi, bobot saham Indonesia dalam Indeks MSCI dipangkas dan dikonfirmasi bakal terus mengalami penyesuaian setelah hasil tinjauan terbaru per Agustus mengonfirmasi tidak adanya penambahan konstituen anyar. Risiko perpanjangan status freeze terus berlanjut, mendorong para pelaku pasar untuk mengantisipasi sikap MSCI yang masih abu–abu.



























