Logo Bloomberg Technoz

Turun Hampir 32% Tahun Ini, Valuasi IHSG Sudah 'Murah'

Muhammad Julian Fadli
13 October 2026 12:44

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ulasan MSCI Annual Market Classification Review menyoal ancaman degradasi dan potensi freeze yang berlanjut, hingga ketegangan di Timur Tengah yang enggan mereda, menjadi sentimen negatif bagi pasar saham Indonesia. Performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun tertekan hebat.

Kecemasan pasar dari segala sisi tersebut turut mengakumulasi penurunan IHSG sepanjang 2026 menjadi 31,67%. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga melemah 6,86% sepanjang 2026, yang turut menjadi pemberat IHSG sampai-sampai menjadi yang terlemah sejak 2020 atau dalam lima tahun.

Sentimen konflik di Timur Tengah sejatinya tidak hanya menekan IHSG, tetapi juga bursa saham Asia lainnya. SENSEX (India), KOSDAQ (Korea Selatan), PSEI (Filipina), Hang Seng (Hong Kong), Shanghai Composite (China), Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), dan KLCI (Malaysia) mencatat tren pelemahan sepanjang 2026.


Lalu bagaimana valuasi IHSG setelah ambruk hampir 32%? Apakah sudah menarik?

Berdasarkan data Bloomberg per Selasa (13/10/2026), acuan valuasi Price Book Value (PBV) IHSG ada di 1,6 kali. Sedang est. Price Earning Ratio (PER) tercatat 9,8 kali.