Ada Lelang Surat Utang, Yield Obligasi RI Turun
Tim Riset Bloomberg Technoz
13 October 2026 12:38

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah kembali menggelar lelang surat utang hari ini, Selasa (13/10/2026), dengan target indikatif Rp30 triliun. Namun, lelang kali ini sepertinya akan menjadi ujian bagi kemampuan pemerintah menjaga biaya pembiayaan anggaran di tengah memburuknya sentimen pasar keuangan dan tingginya harga minyak Brent di level US$105/barel.
Tekanan hari ini datang dari dua arah, yakni meningkatnya risiko di pasar domestik, yang tercermin dari pelemahan IHSG hingga berada di 5.908,03. Bahkan pada sesi awal perdagangan IHSG sempat terperosok ke 5.832. Koreksi tersebut mencerminkan berkurangnya toleransi investor terhadap risiko Indonesia.
Di sisi lain, pergerakan yield di pasar obligasi global yang sedikit mereda masih dapat menopang pasar surat utang domestik, dengan melandainya yield US Treasury tenor 10 tahun di 5,19% dari sebelumnya di 5,23%. Meski begitu, persaingan untuk menarik dana investor global diperkirakan tetap ketat. Terlebih berbagai sentimen domestik membayangi pergerakan aset rupiah siang ini.
Jika mengacu pada data lelang surat utang sebelumnya pada 29 September, respons pasar mendingin ditandai dengan turunnya permintaan hampir 30% menjadi Rp42,8 triliun. Turunnya minat investor pada lelang surat utang sebelumnya menunjukkan adanya perubahan perilaku investor yang terlihat kian selektif dalam menyerap surat utang pemerintah.
Lemahnya permintaan pasar direspons pemerintah dengan menurunkan nominal yang diserap pemerintah. Dengan target indikatif Rp30 triliun, pemerintah agaknya menghadapi pilihan antara memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN sambil tetap menjaga biaya utang agar tidak semakin mahal.





























