Dia menjelaskan, telur dapat diperkenalkan sebagai bagian dari MPASI ketika bayi berusia enam bulan dan siap menerima makanan pendamping.
"Tekstur makanan harus disesuaikan dengan kemampuan makan bayi, sementara telur perlu dimasak hingga bagian putih dan kuningnya matang,"kata dia.
Pemberian telur juga tidak perlu ditunda sampai anak berusia satu tahun hanya untuk mencegah alergi, kecuali terdapat pertimbangan medis khusus. Dengan pengolahan yang tepat, telur dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang untuk mendukung pertumbuhan anak.
Selain memperhatikan cara pengolahan telur, IDAI mengingatkan orang tua agar memahami waktu yang tepat untuk memberikan makanan pendamping.
Pemberian MPASI sebelum bayi berusia empat bulan tidak dianjurkan, sedangkan usia enam bulan menjadi waktu yang direkomendasikan secara umum.
Dalam kondisi tertentu, MPASI dapat dipertimbangkan sejak bayi berusia empat bulan atau 17 minggu. Namun, pemberian lebih awal bukan rekomendasi rutin dan harus didasarkan pada penilaian dokter, termasuk kesiapan perkembangan dan kebutuhan nutrisi bayi.
IDAI juga menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan.
"Setelah itu, ASI dilanjutkan bersama MPASI hingga anak berusia dua tahun atau lebih, sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),"katanya.
Apabila pemberian ASI tidak memungkinkan atau terdapat indikasi medis tertentu, susu formula bayi dapat diberikan sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan.
Sementara itu, bayi yang belum memasuki tahap MPASI tidak memerlukan makanan atau minuman tambahan, termasuk air putih, jus, maupun kaldu.
Dalam pemberian MPASI, orang tua juga perlu memastikan bayi menunjukkan kesiapan perkembangan. Hal ini antara lain ditandai dengan kemampuan mempertahankan posisi kepala dan leher, duduk dengan bantuan, serta mengoordinasikan gerakan mulut untuk menerima dan menelan makanan.
IDAI turut mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan selama menyiapkan makanan anak. Orang tua dan pengasuh perlu mencuci tangan serta peralatan masak, mencegah kontaminasi silang, menyimpan telur dengan benar, dan menghindari penggunaan telur yang retak atau rusak.
Apabila masih ragu mengenai waktu pemberian MPASI, kesiapan makan, atau pilihan makanan yang aman, orang tua disarankan berkonsultasi dengan dokter.
(dec/spt)






























