Logo Bloomberg Technoz

Namun, realisasinya akan bergantung pada perkembangan kondisi pasar keuangan global yang saat ini dinilai sangat dinamis.

Di samping penerbitan surat utang, pemerintah juga memiliki potensi penarikan pinjaman program dari lembaga bilateral dan multilateral sebesar US$1,8 miliar yang siap dicairkan pada kuartal IV-2026.

"Selain itu kami juga masih memiliki potensi penarikan pinjaman program dari bilateral dan multilateral sebesar US$1,8 miliar siap untuk ditarik di kuartal keempat," tuturnya. 

Tarik Utang Rp494,3 triliun

Sebagai catatan, pemerintah menarik pembiayaan utang sebesar Rp494,3 triliun hingga 30 September 2026, atau 59,4% dari APBN 2026 sebesar Rp832,2 triliun.

Jelasnya, pembiayaan melalui Surat Berharga Negara (SBN) secara neto mencapai Rp497,5 triliun atau 62,2 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp799,5 triliun.

Sementara itu, pembiayaan melalui pinjaman tercatat negatif Rp3,2 triliun, dibandingkan target pembiayaan pinjaman neto sebesar Rp32,7 triliun.

Secara tahunan, realisasi pembiayaan utang hingga September 2026 juga lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp502,9 triliun.

Namun, pembiayaan melalui SBN meningkat dibandingkan realisasi Januari–September 2025 sebesar Rp471,4 triliun.

(lav)

No more pages