Logo Bloomberg Technoz

UNDERINVOICING KOMODITAS

Cegah Mispricing, DSI Disarankan Bisa Akses Data Transaksi BMKS

Azura Yumna Ramadani Purnama
09 October 2026 09:20

Daftar Sumber Daya Mineral RI, Nikel Capai 17,3 Miliar Ton (Bloomberg Technoz/Asfahan)
Daftar Sumber Daya Mineral RI, Nikel Capai 17,3 Miliar Ton (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) menilai PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) perlu memiliki kewenangan mengakses data transaksi di Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS).

Ketua Dewan Penasihat Perhapi Rizal Kasli menyatakan DSI sejatinya dibentuk pemerintah untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas strategis, meningkatkan transparansi transaksi untuk mencegah praktik mispricing dan underinvoicing hingga meningkatkan pendapatan negara.

Untuk itu, dia menilai jika sistem PT DSI terintegrasi dengan data transaksi BMKS bakal memudahkan DSI untuk melakukan pengawasan terhadap ekspor komoditas yang transaksinya melalui BMKS.


“Apabila sistem pelaporannya terintegrasi tentu saja akan lebih mudah dalam pengawasan. DSI harus bekerja lebih keras untuk memiliki jaringan kerja di negara-negara tujuan ekspor agar informasi tender, harga lebih mudah didapatkan,” kata Rizal kepada Bloomberg Technoz, Jumat (9/10/2026).

Fasilitas pelabuhan Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Harus Terintegrasi