Logo Bloomberg Technoz

Saham Levi Strauss turun hingga 2,1% dalam perdagangan premarket pada Kamis. Saham tersebut telah merosot 5,9% sepanjang tahun ini hingga penutupan Rabu, tertinggal dari kenaikan 14% indeks Russell 1000 pada periode yang sama.

Di AS, salah satu masalah berasal dari iklan Levi untuk musim kembali ke sekolah (back-to-school) yang lebih menonjolkan celana jins longgar (baggy jeans) ketimbang model low-rise.

“Kampanye kami semuanya berfokus pada model longgar,” kata Gass. “Sekarang, model longgar masih menjadi bagian yang sangat besar dan penting dari bisnis kami, tetapi sebagian besar antusiasme dan energi di pasar justru tertuju pada model low-rise,” tambahnya, merujuk pada celana jins yang bagian pinggangnya berada beberapa inci di bawah pinggang.

Perusahaan memperkirakan pertumbuhan penjualan direct-to-consumer pada kuartal berjalan, yang mencakup sebagian periode penting musim liburan, akan meningkat dalam kisaran satu digit menengah (mid-single digit). Gass mengatakan kinerja mulai membaik setelah perusahaan mengubah strategi pemasaran dengan lebih menonjolkan celana jins low-rise. Levi juga telah menata ulang produk di tokonya untuk berfokus pada tren tersebut.

Sejak menjadi CEO Levi pada 2024, Gass berfokus memperluas pilihan produk pada merek Levi sekaligus memprioritaskan kanal penjualan milik perusahaan sendiri. Strategi tersebut sebagian besar berhasil, dengan Levi menaikkan proyeksi setahun penuh dalam dua kuartal sebelumnya.

Perusahaan memperkirakan akan menginvestasikan kembali US$60 juta pengembalian tarif ke dalam bisnisnya tahun ini, dengan US$35 juta di antaranya berasal dari kuartal IV.

“Pengembalian tarif telah membantu laba pada kuartal ini, tetapi keputusan Levi untuk menginvestasikan kembali sebagian keuntungan tak terduga tersebut patut diperhatikan karena jelas menunjukkan perusahaan masih melihat ruang untuk meningkatkan penjualan,” tulis Neil Saunders, Managing Director GlobalData, dalam email.

“Namun, dengan komitmen tersebut, Levi perlu memberikan angka yang sedikit lebih kuat untuk menutup tahun ini,” tambahnya.

Perusahaan yang berbasis di San Francisco tersebut baru-baru ini menunjuk John Vandemore dari Skechers USA Inc. sebagai Chief Financial Officer (CFO), menggantikan Harmit Singh yang memasuki masa pensiun.

(bbn)

No more pages