Dia mengatakan, tiket yang tersedia saat ini dapat digunakan untuk perjalanan pada berbagai periode, termasuk akhir tahun, Lebaran, hingga libur sekolah.
"Karena periode penjualannya sendiri keberangkatannya adalah sampai 30 September. Jadi dari akhir tahun, lalu Lebaran, liburan anak sekolah, semuanya itu sudah bisa dibeli pada saat ini," kata Raymond.
Raymond pun merekomendasikan calon penumpang untuk memanfaatkan harga yang tersedia saat ini sebelum kenaikan surcharge berlaku.
"Jadi memang kita sangat merekomendasikan untuk membeli tiketnya pada saat ini. Karena ini adalah benar-benar harga yang kita berikan ke semua customer, terutama customer dari Indonesia," tuturnya.
Meski pemerintah memberikan stimulus untuk mendorong perjalanan domestik selama periode Nataru, Raymond dalam kesempatan tersebut tidak secara spesifik menyebut apakah kebijakan tersebut akan mengurangi minat masyarakat Indonesia untuk bepergian ke luar negeri.
Namun, sebelumnya Raymond mengatakan minat wisatawan Indonesia ke Jepang masih menunjukkan pertumbuhan. Berdasarkan data Japan National Tourism Organization (JNTO), jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Jepang pada Januari-Agustus 2026 meningkat sekitar 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Hal tersebut menunjukkan perjalanan ke luar negeri, khususnya Jepang, masih memiliki pasar di tengah berbagai dinamika biaya perjalanan dan kondisi global.
(dec/spt)































