Bank Dunia Ramal Defisit Transaksi Berjalan RI Melebar 1,5% PDB
Redaksi
08 October 2026 16:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Dunia meramalkan bahwa defisit transaksi berjalan Indonesia pada akhir tahun 2026 ini bisa melebar hingga 1,5% produk domestik bruto (PDB).
Menurut lembaga tersebut, sejumlah aktivitas ekonomi yang didukung oleh peningkatan pelaksanaan program-program prioritas pemerintah, investasi yang terkait dengan perusahaan negara, serta subsidi energi memang menjadi motor pertumbuhan ekonomi jangka pendek.
“Tetapi juga berkontribusi terhadap pelebaran ketidakseimbangan fiskal dan eksternal, yang diperkirakan akan terus berlangsung dalam beberapa tahun mendatang,” kata Bank Dunia dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober 2026.
Bank Dunia menyebut faktor-faktor tersebut juga punya andil terhadap pertumbuhan ekonomi. Maka, dalam laporan tersebut, Bank Dunia memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 5,2% hingga akhir tahun mendatang, jauh lebih besar ketimbang proyeksi pada bukan Maret yang sebesar 4,7%.
Hal ini juga disebabkan karena Bank Dunia mempertimbangkan dampak kenaikan harga energi yang tidak akan separah dari yang sebelumnya diproyeksikan.

































