Pertumbuhan ekonomi Indonesia ini lebih tinggi ketimbang rata-rata pertumbuhan ekonomi negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik yang berada pada level 4,5%. Sementara itu, jika dibandingkan dengan kawasan ASEAN, pertumbuhan ekonomi RI hanya kalah dengan Vietnam yang diproyeksi dapat mencapai 7,4% hingga akhir tahun mendatang.
Meski demikian, angka tersebut masih di bawah target pemerintah yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 5,4%.
Sebelumnya, Bank Indonesia mencatat pada kuartal II-2026, transaksi berjalan RI tercatat defisit US$ 12,5 miliar atau 3,3% dari PDB. Jauh melebar ketimbang defisit kuartal sebelumnya yakni US$ 3,6 miliar (1% PDB).
"Transaksi berjalan mencatat defisit yang lebih tinggi didorong kenaikan defisit neraca perdagangan migas dan penurunan surplus neraca perdagangan non-migas. Defisit neraca perdagangan migas meningkat akibat kenaikan impor minyak sejalan tingginya harga minyak dunia,” papar laporan BI.
(ell)






























