Logo Bloomberg Technoz

ENERGI FOSIL

Inalum Ungkap Listrik PLTU Captive Lebih Murah dari Tarif PLN

Azura Yumna Ramadani Purnama
07 October 2026 11:00

Emisi membubung dari cerobong pembangkit listrik kogenerasi berbahan bakar batu bara di smelter alumina Vedanta Ltd./Bloomberg-Dhiraj Singh
Emisi membubung dari cerobong pembangkit listrik kogenerasi berbahan bakar batu bara di smelter alumina Vedanta Ltd./Bloomberg-Dhiraj Singh

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mengungkapkan biaya listrik dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) captive yang digunakan smelter aluminium masih lebih murah dibandingkan dengan tarif listrik dari PT PLN (Persero).

Direktur Strategi Korporasi Pengembangan Usaha dan Komersial Inalum Arif Hendra mengungkapkan pasokan listrik untuk proyek Mempawah terpaksa harus menggunakan PLTU sebab belum terdapat opsi pembangkit lainnya.

Mulanya, perseroan menargetkan mendapatkan tarif listrik golongan industri I-4 sekitar Rp997/kilowatt hour (kWh).  Kendati begitu, berdasarkan kajian kelayakan atau feasibility study (FS), tarif yang ditawarkan PLN justru mencapai Rp1.644/kWh.


Dia menegaskan tarif listrik tersebut masih lebih tinggi dibandingkan dengan tarif listrik yang dihasilkan dari PLTU captive, juga masih lebih tinggi dari tarif listrik untuk smelter aluminium di Timur Tengah yang sekitar US$3 sen/kWh.

“Situasi ini menyebabkan harga listrik itu tidak semurah yang dibayangkan. Meskipun, ternyata, setelah dihitung, kita tetap lebih murah dari listrik PLN kalau kita membangun sendiri,” kata Arif dalam BIG Downstream Insight, Selasa (6/10/2026).