Logo Bloomberg Technoz

HILIRISASI BAUKSIT

China Getol Ekspansi Smelter Aluminium di RI, Inalum Terdampak?

Azura Yumna Ramadani Purnama
07 October 2026 12:50

Sebuah komponen cor yang terbentuk di atas silinder aluminium. (Fotografer: Andrey Rudakov/Bloomberg)
Sebuah komponen cor yang terbentuk di atas silinder aluminium. (Fotografer: Andrey Rudakov/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) meyakini masifnya investasi China ke industri aluminium di Indonesia tak bakal memengaruhi kinerja perseroan.

Penyebabnya, Inalum mengaku sudah memiliki sertifikasi aluminium hijau yang didapatkan dari rendahnya emisi karbon dalam proses pengolahan aluminium.

Direktur Strategi Korporasi Pengembangan Usaha dan Komersial Inalum Arif Hendra menyatakan sertifikasi tersebut didapatkan Inalum sebab emisi karbon yang dihasilkan dari proses pengolahan aluminium hanya sekitar 2,8—2,8 ton CO₂ per ton aluminium.


Rentang tersebut di bawah standar sertifikasi green aluminum sebesar 4 ton CO₂ per ton aluminium.

“Kita meluncurkan sertifikat green yang itu diterima sangat baik oleh market, sehingga kita sekarang setiap mengirimkan produk itu disertai green certificate,” kata Arif usai BIG Downstream Insight, Selasa (6/10/2026).

Daftar Proyek Aluminium China di RI, 'Curi Start' Sebelum Rusal (Bloomberg Technoz)