Logo Bloomberg Technoz

INDUSTRI TAMBANG

Cadangan Bauksit Diramal 12 Tahun, ESDM Belum Mau Batasi Produksi

Azura Yumna Ramadani Purnama
07 October 2026 10:00

Bauksit berada di trailer truk di Kuantan, Pahang, Malaysia./Bloomberg-Sanjit Das
Bauksit berada di trailer truk di Kuantan, Pahang, Malaysia./Bloomberg-Sanjit Das

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan belum memiliki rencana membatasi produksi bijih bauksit, meskipun cadangan diramal bakal habis dalam waktu kurang dari 12 tahun gegara masifnya smelter aluminium asal China.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Ditjen Minerba Kementerian ESDM Cecep Mochammad Yasin menyatakan saat ini populasi smelter alumina dan aluminium masih terbilang sedikit, sehingga belum terdapat rencana pembatasan produksi bijih bauksit.

Dia juga mengungkapkan, dari kuota produksi dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) tahunan yang ditetapkan sebanyak 60 jtua ton, realisasi produksi bijih bauksit baru sekitar 30%—40% dari kuota tersebut.


“Kalau secara pengetatan produksi, kita masih diberikan kebebasan untuk bertambang ya. Aktualnya memang dari sekitar 60 juta ton RKAB yang kita berikan itu, hanya mungkin sekitar 30%—40% saja yang tercapai karena kebutuhan smelter yang di bawah [kuota produksi],” kata Cecep di sela BIG Downstream Insight, Selasa (6/10/2026).

Sebuah mesin pengambil bijih bauksit beroda ember memuat bijih bauksit ke atas konveyor di Pabrik Pengolahan Alumina Vedanta Ltd./Bloomberg-Dhiraj S.

Kebutuhan Mendatang