Seiring bertubi–tubinya tekanan di pasar, nilai tukar rupiah juga terus terdepresiasi. Kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) bahkan sempat menyentuh level terlemah di Rp18.171/US$.
Kombinasi berbagai sentimen tersebut membuat investor asing memutuskan hengkang. Angka net sell yang mencapai lebih dari Rp82 triliun tersebut menjadi yang terbesar setidaknya dalam 5 tahun ini.
Sebagai catatan, pada 2021 silam investor asing mencatat net buy mencapai Rp37,97 triliun, ditopang booming harga komoditas. Pada 2022, investor asing melanjutkan tren net buy mencapai Rp75,12 triliun.
Namun pada 2023 terjadi net sell Rp6,18 triliun. Lalu pada 2024, investor asing berhasil ke posisi net buy Rp16,52 triliun.
Tahun lalu, pasar saham Indonesia mencatat net sell investor asing Rp17,34 triliun. Jadi net sell sepanjang 2026 sudah jauh melebihi catatan 2025, meski tahun belum berakhir.
Adapun investor asing paling banyak menjual saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp32,08 triliun. Senada dengan tekanan jual, saham BBCA sepanjang tahun ini melemah mencapai 23,53%.
Selanjutnya, ada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang mencatat net sell sebesar Rp15,06 triliun. Saham BMRI pun melemah 19% secara ytd.
Investor asing juga melepas saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Nilai jual investor asing atas saham BBRI mencapai Rp12,12 triliun, yang membuat harga turun 13,93%.
Berikut 10 saham dengan nilai net sell terbesar, berdasarkan data BEI sepanjang tahun 2026:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp32,08 triliun
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp15,06 triliun
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp12,12 triliun
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp9,72 triliun
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp7,41 triliun
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp5,35 triliun
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp3,36 triliun
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp2,88 triliun
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp2,77 triliun
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp2,41 triliun
Sementara, ini adalah 10 saham dengan net buy tertinggi:
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp2,28 triliun
- PT Timah (Persero) Tbk (TINS) Rp2,07 triliun
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp1,92 triliun
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp1,68 triliun
- PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp1,57 triliun
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp1,25 triliun
- PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Rp1,19 triliun
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp1,01 triliun
- PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Rp642,79 miliar
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp601,37 miliar
(fad/aji)






























