Logo Bloomberg Technoz

Badan statistik juga memperingatkan ancaman inflasi lebih lanjut, terutama pada komoditas pangan seperti beras. Indeks saham acuan Filipina bergerak melemah setelah data inflasi dirilis, sementara peso melemah terhadap dolar AS.

Inflasi telah berada di atas target bank sentral sebesar 3% sejak perang Iran pecah, memicu guncangan pasokan energi global dan lonjakan harga minyak yang berdampak pada negara-negara yang bergantung pada impor seperti Filipina. Pelemahan peso terhadap dolar AS juga memperburuk tekanan inflasi.

Inflasi yang tinggi berisiko semakin memperlambat konsumsi di Filipina, yang mencatat pertumbuhan ekonomi terlemah kedua di antara negara-negara ekonomi utama Asia Tenggara pada kuartal II.

(bbn)

No more pages