"Kita lakukan hunting untuk menjaga agar stok nasional itu ada dan hunting ini tidak lagi mekanisme pengadaan seperti sebelumnya," ujar Laode.
Adapun, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengklaim Indonesia sudah mendapatkan komitmen pasokan minyak mentah atau crude dari sejumlah negara hingga akhir tahun.
"Saya juga melaporkan tentang kerja sama kita dengan beberapa negara terkait dengan crude BBM. Alhamdulillah kita juga clear sampai dengan insyaallah akhir tahun, enggak ada masalah," kata Bahlil kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (20/7/2026) petang.
Salah satu komitmen pasokan minyak mentah berasal dari Rusia. Wamen ESDM Yuliot Tanjung sebelumnya mengungkapkan komitmen 150 juta barel minyak mentah dari Rusia yang diamankan Indonesia rencananya bakal didatangkan hanya untuk tahun ini.
Dia menyatakan konsumsi minyak mentah Indonesia per hari mencapai sekitar 1,6 juta per hari dan 1 juta di antaranya dipasok dari pasokan impor, sehingga komitmen minyak Rusia sebesar 150 juta barel masih menyisakan ruang pasokan dari negara lainnya
"Untuk komitmen impor minyak dari Rusia ini kan baru negosiasi kemarin, kan sudah disepakati total yang akan kita impor dari Rusia itu kan sekitar 150 juta barel untuk mencukupi kebutuhan kita sampai dengan akhir tahun," kata Yuliot kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (24/4/2026).
Dalam perkembangannya, minyak mentah asal Rusia jenis Eastern Siberia Pacific Ocean (ESPO) terdeteksi telah memasuki Indonesia melalui Pelabuhan Lawe-Lawe, Kalimantan Timur, usai diangkut melalui kapal tanker Sierra berbendera Kamerun.
Berdasarkan data Big Trade Data, sebanyak 770.000 barel minyak telah dikirim ke pelabuhan di Kalimantan Timur tersebut pada 29 Juni 2026, dengan nilai sekitar US$75 juta.
Sekadar informasi, BUMN di sektor migas saat ini dapat melakukan impor komoditas migas tanpa melakukan tender atau melalui penunjukan langsung, bahkan diperbolehkan melakukan pengadaan meski terdapat perbedaan harga.
Hal tersebut diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 26 Tahun 2026 tentang Pengadaan Minyak Bumi, Bahan Bakar Minyak, dan/atau Liquefied Petroleum Gas untuk Ketahanan Energi Nasional.
Dalam Pasal 7 Ayat (3) beleid itu, dijelaskan dalam keadaan mendesak maka BUMN di sektor energi dapat melakukan pengadaan melalui mekanisme penunjukan langsung atau pembelian langsung dari penyedia luar negeri.
Adapun, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor minyak mentah yang masuk ke kode HS 27090010 (crude petroleum) tercatat sekitar 10,18 juta ton minyak mentah sepanjang Januari—Juli 2026.
Nigeria tercatat menjadi negara pemasok minyak mentah terbesar ke Indonesia pada periode tersebut, mencapai 272 juta ton. Kemudian, Angola menjadi negara kedua pemasok minyak mentah ke Indonesia dengan volume mencapai 1,92 juta ton.
Posisi ketiga terbesar ditempati oleh Arab Saudi, yang telah memasok sekitar 1,5 juta ton minyak mentah sepanjang Januari—Juli 2026 ke Indonesia.
Berdasarkan data BPS, berikut daftar negara pemasok minyak mentah ke Indonesia sepanjang Januari—Juli 2026:
Nigeria : 2.750.359 ton
Angola: 1.928.013 ton
Arab Saudi: 1.509.744 ton
Brasil: 1.056.451 ton
Gabon: 695.155 ton
Malaysia: 437.277 ton
Uni Emirat Arab: 284.154 ton
Cote D'Ivoire: 240.265 ton
Equatorial Guinea: 237.388 ton
Algeria: 190.589 ton
Guyana: 139.371 ton
Azerbaijan: 135.958 ton
Kamerun: 135.489 ton
Libya: 132.705 ton
Rusia: 103.670 ton
Papua Nugini: 81.888 ton
Kazakhstan: 81.650 ton
Brunei: 43.461 ton
(azr/ros)



























