Logo Bloomberg Technoz

KETAHANAN ENERGI

RI Kehilangan 25% Sumber Impor Minyak Sejak Perang Timteng Pecah

Azura Yumna Ramadani Purnama
05 October 2026 14:50

Sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai Singapura, pada hari Selasa, 17 Maret 2026../Bloomberg- Ore Huiying
Sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai Singapura, pada hari Selasa, 17 Maret 2026../Bloomberg- Ore Huiying

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui Indonesia kehilangan sekitar 25% sumber impor minyak mentah, usai konflik antara Iran–Amerika Serikat (AS) pecah di Timur Tengah.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyatakan kondisi tersebut membuat Indonesia harus memutar otak dalam mencari pasokan minyak mentah di pasar global.

"Sejak terjadinya konflik di Timur Tengah, kita kehilangan 25% sumber impor, Bapak Ibu sekalian. Nah, apa yang dilakukan sekarang? Yang dilakukan sekarang adalah kita melakukan hunting," kata Laode dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (5/10/2026).


Laode mengungkapkan proses impor minyak yang dilakukan Indonesia diubah, tak lagi menunggu penawaran dari pemasok melalui tender.

Dia mengungkapkan PT Pertamina (Persero) mencari negara yang memiliki kelebihan pasokan minyak mentah dan menawarnya untuk dibeli secara langsung.

Tanker minyak dari AS./dok. Bloomberg