Logo Bloomberg Technoz

Perseroan menyatakan pemulihan tambang bawah tanah terus dilakukan, utamanya agar produksi dari Production Block 1S dapat kembali dilakukan pada tahun depan.

Di sisi lain, FCX menyatakan smelter PTFI  kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Manyar, Gresik, Jawa Timur telah beroperasi kembali pada akhir 2026.

FCX menegaskan peningkatan produksi berjalan sesuai dengan ekspektasi perseroan.

Lokasi tambang PT Freeport Indonesia di Grasberg Papua (Dadang Tri/Bloomberg)

"PTFI memiliki kapasitas peleburan gabungan, termasuk melalui PT Smelting, untuk memproduksi hingga sekitar 800.000 metrik ton katoda per tahun, serta fasilitas pemurnian logam mulia yang mampu memproses seluruh produksi emas PTFI," ungkap FCX.

Sekadar infomrasi, smelter PT Smelting, dengan kapasitas katoda tembaga sekitar 342.000 ton per tahun, telah kembali beroperasi secara normal setelah sempat berhenti selama sekitar dua minggu pada Agustus lalu untuk memperbaiki tanur.

Sementara smelter di Manyar, Gresik kembali menerima pasokan konsentrat pada Agustus dan diperkirakan akan memproduksi katoda tembaga pada September.

Smelter tersebut sebelumnya berhenti beroperasi, sebab terdapat insiden longsor di tambang GBC, sehingga pasokan bijih tembaga hanya mencukupi untuk smelter PT Smelting.

Dalam kesempatan sebelumnya, PTFI menargetkan produksi katoda tembaga dari smelter Manyar pada Oktober 2026 mencapai 35 juta pon, kemudian naik ke level 55 juta pon pada November 2026, dan mencapai 57 juta pon pada Desember 2026.

Selain itu, PTFI memproyeksikan produksi katoda tembaga sepanjang tahun ini dapat mencapai 800.000 juta pon. Sebanyak 600.000 juta pon berasal dari smelter PT Smelting, sedangkan 200.000 juta pon dari smelter Manyar.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menegaskan operasional penuh tambang bawah tanah GBC ditargetkan menyentuh level 100% pada akhir 2027. 

Tony menargetkan perbaikan tambang bawah tanah tersebut dapat mencapai level 65% pada semester II-2026. Kemudian, pada semester I-2027 perbaikan ditargetkan mencapai level 75%.

"Kuartal III ramp up, tergantung konsentratnya. [Target beroperasi penuh] sama dong [seperti tambang GBC pada akhir 2027], tunggu konsentratnya penuh dia baru bisa penuh," ungkap Tony ketika ditemui awak media di Kompleks DPR, Rabu (10/6/2026).

Lebih lanjut, saat ini terdapat dua tambang Freeport yang kembali beroperasi, yakni Big Gossan dan Deep Mill Level Zone (DMLZ).

Dua tambang tersebut dapat memproduksi 70.000 ton konsentrat per hari atau setara 30% dari total kapasitas produksi tambang sebesar 210.000 ton per hari.

Tony memastikan seluruh konsentrat yang diproduksi dari dua tambang tersebut dipasok ke smelter PT Smelting di Gresik, Jawa Timur.

Untuk diketahui, smelter pertama milik Freeport, PT Smelting, dibangun pada 1996 bersama konsorsium Jepang dan dioperasikan oleh Mitsubishi. PT Smelting terletak di Gresik, Jawa Timur dan menjadi smelter tembaga pertama di Tanah Air.

PT Smelting disebut mampu mengolah 1.00.000 ton konsentrat tembaga menjadi 300.000 ton katoda tembaga setiap tahunnya untuk memenuhi kebutuhan produksi di dalam maupun luar negeri.

Selanjutnya, Freeport memiliki smelter katoda tembaga di kawasan industri JIIPE, Manyar, Gresik, Jawa Timur. Pembangunan dimulai pada Oktober 2021, tetapi tertunda akibat pandemi Covid-19 sebelum akhirnya diresmikan pada Kamis (27/6/2024).

Smelter kedua PTFI ini merupakan smelter katoda tembaga dengan desain single line terbesar di dunia dan dirancang agar mampu memurnikan konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi hingga 1,7 juta ton setelah beroperasi penuh.

(azr/ros)

No more pages