Meski porsi sahamnya menyusut, MUFG Bank menegaskan posisinya tetap sebagai salah satu pengendali di ADMF dan berkomitmen untuk terus mempertahankan pengendalian tersebut ke depannya.
Sebelumnya, porsi saham publik (free float) Adira Finance tergolong sangat minim, yaitu berada di kisaran 5,8% dari total modal ditempatkan dan disetor.
Struktur kepemilikan perseroan sebelum transaksi ini didominasi oleh porsi pemegang saham pengendali, di mana PT Bank Danamon Indonesia Tbk menguasai mayoritas saham bersama MUFG Bank, Ltd. Kondisi ini membuat likuiditas perdagangan saham ADMF di bursa menjadi sangat terbatas.
Langkah pelepasan saham oleh MUFG ini sekaligus menjawab pemenuhan regulasi Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait batas minimum saham publik.
ADMF sebelumnya sempat memperoleh perpanjangan waktu untuk memenuhi target porsi free float minimum hingga 10%. Dengan dialihkannya 4,53% saham milik MUFG kepada publik, porsi free float ADMF kini diperkirakan telah melampaui threshold 10%, yakni naik menjadi sekitar 10,33%.
(smr/naw)




























