Mengembalikan Kredibilitas Pasar Modal, Reformasi Harus Terukur
Redaksi
19 October 2026 17:16

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 11,57% akhir pekan lalu, dan hari ini melorot 3,64%. Saham-saham berkapitalisasi besar, termasuk perbankan, pertambangan, dan energi mengalami tekanan jual yang hebat.
Tekanan di pasar saham pekan lalu dipicu oleh pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI). MSCI meninjau penurunan pasar saham Indonesia menjadi Standalone Market, lebih rendah dua level dari posisi saat ini di Emerging Market, dan melewati Frontier Market.
Klasifikasi ini disebabkan oleh dugaan praktik perdagangan yang terkoordinasi dan bukti penegakan aturan yang dianggap belum memadai. MSCI sebenarnya telah menyoroti transparansi kepemilikan, klasifikasi investor, dan aksesibilitas pasar sejak awal tahun ini.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kemudian mengambil langkah dengan memperkenalkan sejumlah reformasi, termasuk pengungkapan pemegang saham di atas 1%, klasifikasi investor yang lebih terperinci, serta rencana peningkatan batas minimum free float dari 7,5% jadi 15% secara bertahap.
Namun, MSCI menilai transparansi saham Indonesia belum optimal dalam memperbaiki struktur perdagangan hingga kepemilikan saham di bursa.























