Logo Bloomberg Technoz

Ancaman tarif Amerika Serikat (AS) terhadap logam olahan telah mendorong para pedagang memindahkan ratusan ribu ton logam ke Amerika, sehingga memicu risiko kekurangan pasokan di wilayah lain.

Sebuah tambang besar di Cili juga sedang menghadapi aksi mogok kerja.

"Potensi kenaikan harga logam dasar mungkin terbatas selama konflik Iran masih berlanjut," tulis analis dari Bank of America Corp. dalam sebuah catatan.

"Namun, kami mengakui bahwa penurunan pasokan aluminium, tembaga, dan nikel seharusnya memberikan dukungan terhadap harga."

Pada hari ini, para pedagang (trader) akan mencermati data ketenagakerjaan AS terbaru untuk September, yang diperkirakan akan menunjukkan perlambatan tajam dalam perekrutan tenaga kerja.

Hal ini diharapkan dapat mengurangi urgensi pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut oleh Federal Reserve bulan ini, yang berpotensi berdampak positif bagi harga tembaga.

Harga tembaga turun 1,16% di LME menjadi US$14243.50 per metrik ton pada 10:35 waktu Jakarta. 

(bbn)

No more pages