Di sisi lain, dalam perhitungan tahunan, komponen pengeluaran transportasi menjadi pendorong kedua inflasi dengan andil 0,58% pada September 2026 dibanding September 2025. Dalam hal ini, tarif angkutan udara mengalami inflasi mencapai 15,25% dan menyumbang andil inflasi 0,1%.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi pada September 2026 tercatat 3,28% secara tahunan (year-on-year/yoy). Artinya, Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 108,74 pada September 2025 menjadi 112,31 pada September 2026.
Realisasi inflasi ini lebih rendah dibanding proyeksi konsensus yang memperkirakan inflasi September 2026 akan berada di level 3,3% (yoy). Namun, angka itu lebih tinggi ketimbang realisasi inflasi pada Agustus yang sebesar 3,19% (yoy ).
Berdasarkan data BPS, IHK pada September mengalami inflasi secara bulanan terhadap Agustus 2026, yakni 0,3%. Sementara itu, inflasi dalam perhitungan tahun kalender (year-to-date/ytd) tercatat sebesar 2,17%.
(lav)





























