Obligasi tetap menjadi perhatian setelah utang pemerintah global mencatat kuartal terburuk sejak 2024 karena harga minyak yang mendekati US$100 per barel kembali meningkatkan kekhawatiran mengenai inflasi yang persisten. Sedikit kelegaan datang setelah data Agustus mengenai indikator inflasi pilihan Federal Reserve (The Fed) menunjukkan angka yang lebih rendah dari perkiraan ekonom. Kondisi ini mendorong pasar uang memangkas peluang kenaikan suku bunga pada Oktober menjadi kurang dari 40%.
Pergerakan tajam di Wall Street menjelang penutupan perdagangan menunjukkan masih adanya ketidakpastian mengenai prospek saham, meski kekhawatiran inflasi mereda dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed kembali berkurang. Perhatian kini beralih ke data penggajian AS yang akan dirilis pada Jumat. Pelaku pasar juga mulai meningkatkan perhatian terhadap pemilihan umum paruh waktu pada November untuk menilai apakah saham dapat kembali menguat.
"Kami meyakini musim laporan keuangan yang kuat dan berlalunya pemilihan umum paruh waktu akan menjadi faktor yang mendorong pasar keluar dari kisaran perdagangannya dan mencapai rekor tertinggi baru pada akhir tahun," kata Chris Zaccarelli dari Northlight Asset Management.
Di sisi lain, Micron Technology Inc memberikan proyeksi positif, tetapi memperingatkan bahwa kenaikan biaya kompensasi akan menekan margin laba. Saham Alphabet Inc naik setelah Google mulai meluncurkan Gemini 4 Argon, model kecerdasan buatan andalan yang telah lama dinantikan.
Peristiwa utama pada Rabu adalah rilis data inflasi. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS, tidak termasuk makanan dan energi, naik 0,2%, lebih rendah dari perkiraan. Angka bulan sebelumnya juga direvisi turun. Sementara itu, belanja konsumen meningkat pada laju tercepat dalam lebih dari setahun, memberikan sinyal bahwa tekanan harga mulai mereda di tengah permintaan yang tetap kuat.
Data pada Rabu menunjukkan "kombinasi Goldilocks", kata Chris Osmond, chief investment officer (CEO) di Fifth Third Wealth Advisors.
"Pertumbuhan kuartal kedua lebih kuat dari perkiraan, belanja konsumen lebih solid, pasar tenaga kerja pulih tajam pada September dan indikator inflasi pilihan The Fed berada jauh di bawah ekspektasi," katanya. "Dampak bersihnya secara luas mendukung aset berisiko dan secara signifikan mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga pada Oktober."
Hal tersebut membantu mendorong reli saham AS sepanjang sebagian besar perdagangan Rabu. Imbal hasil Treasury bertenor pendek tidak banyak berubah, sementara imbal hasil surat utang 30 tahun naik 6 basis poin. Imbal hasil Treasury 10 tahun sempat naik hingga 7 basis poin menjadi 5,30%.
Obligasi pemerintah global mencatat kuartal terburuk sejak 2024 karena harga minyak US$100 per barel kembali meningkatkan ancaman inflasi yang sulit ditekan bagi perekonomian dunia. Indeks Bloomberg untuk surat utang tersebut mencatat kerugian kuartalan terburuk sejak periode tiga bulan terakhir 2024, ketika Donald Trump memenangkan masa jabatan kedua sebagai presiden AS dan investor bersiap menghadapi kebijakan fiskal yang lebih ekspansif.
"Pasar obligasi menghadapi tiga tekanan sekaligus—belanja pemerintah yang besar, pertumbuhan yang kuat, dan guncangan pasokan akibat geopolitik," kata Jimmy Louca, senior portfolio manager di Australian Retirement Trust. "Kita telah memasuki rezim reflasi dan pasar masih lambat dalam memperhitungkannya."
Pergerakan utama di pasar:
Saham
- Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,2% pada pukul 09.52 waktu Tokyo.
- Kontrak berjangka Hang Seng turun 0,7%.
- Kontrak berjangka Nikkei 225 (OSE) naik 1,3%.
- Topix Jepang turun 0,6%.
- S&P/ASX 200 Australia turun 1,2%.
- Kontrak berjangka Euro Stoxx 50 turun 0,7%.
Mata uang
- Bloomberg Dollar Spot Index tidak banyak berubah.
- Euro tidak banyak berubah di US$1,1334.
- Yen Jepang melemah 0,3% menjadi 157,83 per dolar AS.
- Yuan offshore tidak banyak berubah di level 6,7116 per dolar AS.
Mata uang kripto
- Bitcoin turun 0,2% menjadi US$83.456,29.
- Ether naik 0,1% menjadi US$2.684,56.
Obligasi
- Imbal hasil Treasury 10 tahun naik 2 basis poin menjadi 5,30%.
- Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang 10 tahun naik 3,5 basis poin menjadi 3,085%.
- Imbal hasil obligasi pemerintah Australia 10 tahun naik 7 basis poin menjadi 5,42%.
Komoditas
- Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,1% menjadi US$90,53 per barel.
- Harga emas spot turun 0,4% menjadi US$4.141,90 per troy ounce.
Artikel ini dibuat dengan bantuan Bloomberg Automation.
(bbn)






























