Soal 13 bangunan yang dituduh sebagai hunian mewah. Menurut dia, 10 di antaranya bukan aset Kemimipas. Seluruh bangunan di bantaran Sungai Ciliwung tersebut dibangun secara mandiri oleh beberapa orang. Namun, dia belum memberi kepastian orang-orang tersebut adalah pejabat Lapas Cibinong.
Sedangkan tiga bangunan lainnya, kata dia, adalah fasilitas sarana asimilasi dan edukasi (SAE). Namun, dia juga tak membantah, adanya temuan bahwa fasilitas SAE tersebut ternyata ditinggali beberapa warga binaan secara terus menerus.
Rudi mengatakan, Itjen akan menelusuri dan memeriksa nama-nama warga binaan yang kabarnya tinggal di hunian pada bantaran sungai atau pun di fasilitas SAE.
"Kami akan menindaklanjuti siapa yang membiarkan dan sebagainya," kata dia. "Kami sudah mengidentifikasi dan sudah memeriksa tadi malam terakhir kepada Kalapas [Cibinong]."
Selain itu, Rudi juga membenarkan temuan Ombudsman tentang rencana pembangunan fasilitas mewah berupa Gym dan simulator golf. Hal ini sekaligus membantah alibi pejabat Lapas Cibinong yang mengklaim hanya akan membangun loker.
"Itu belum jadi. Baru ada karpetnya saja. Baru rencana. Itu kami juga dalami bagaimana pengadaannya," ujar dia.
"Ini semua akan kami sampaikan setelah kami analisa, karena apa, saya mohon waktu, karena saya tidak bisa memutuskan cuma dari satu keterangan saja."
(dov/frg)




























