Logo Bloomberg Technoz

BAHAN BAKAR MINYAK

Antrean BBM Meluas di 11 Provinsi, Ombudsman Desak Evaluasi Total

Sabrina Mulia Rhamadanty
14 October 2026 17:05

Bensin menetes dari nosel saat seorang pelanggan mengisi bahan bakar sepeda motornya./Bloomberg-Nathan Laine
Bensin menetes dari nosel saat seorang pelanggan mengisi bahan bakar sepeda motornya./Bloomberg-Nathan Laine

Bloomberg Technoz, Jakarta –  Ombudsman Republik Indonesia melaporkan krisis distribusi bahan bakar minyak (BBM) meluas dan melanda 11 provinsi di Indonesia, sehingga pemerintah dan pihak terkait mesti segera melakukan evaluasi secara menyeluruh.

“Permasalahan BBM antara lain dilaporkan di Provinsi Bali, Papua Barat, Banten, Kalimantan Barat, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Aceh, dan Jawa Barat,” ungkap anggota Ombudsman RI Abdul Ghoffar dalam agenda konferensi pers di Kantor Ombudsman, Rabu (14/10/2026).

Ombudsman mencatat antrean kendaraan dilaporkan mencapai lebih dari 1 kilometer (km), seperti yang terjadi di Aceh dan Bali dengan waktu tunggu melebihi 3 jam. 


Sementara itu, antrean sepanjang 300 hingga 700 meter terpantau terjadi di Provinsi Sumatra Utara, Sumatra Barat, Banten, Jawa Barat, Bali, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, hingga Sulawesi Utara dengan waktu tunggu berkisar antara 2—3 jam. 

Antrean BBM di salah satu SPBU Pertamina di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (20/9/2026) malam./dok. Bloomberg Technoz

Adapun, khusus di Provinsi Papua Barat, antrean panjang sekitar satu kilometer terjadi khususnya pada malam hari.