Dalam pelaksanaan aktivasi, pimpinan BGN akan turun langsung ke sejumlah daerah. Sudaryono mengatakan bahwa dirinya dijadwalkan berada di Maluku, sementara Wakil Kepala BGN, para deputi, dan pejabat eselon II akan disebar ke 16 provinsi yang menjadi lokasi aktivasi 480 SPPG tersebut.
BGN menjelaskan setelah aktivasi, setiap dapur akan menjalani sejumlah tahapan sebelum beroperasi penuh. Tahapan tersebut mencakup pelatihan, termasuk bagi penjamah makanan, serta penambahan penerima manfaat secara bertahap sesuai kesiapan masing-masing SPPG.
Pada pekan berikutnya, BGN juga akan mendorong pembukaan dapur di wilayah lain secara bertahap sesuai kebutuhan. Prioritas diberikan kepada daerah 3T, wilayah dengan angka stunting tinggi, serta daerah yang banyak menerima aduan mengenai sekolah yang belum mendapatkan layanan Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Dan di minggu berikutnya, setelah tanggal 2 kami berharap bahwa dapur-dapur di wilayah lain juga kemudian secara berangsur bisa buka sesuai dengan kebutuhan," katanya.
BGN menegaskan penentuan lokasi SPPG yang akan diaktivasi tidak ditentukan oleh pihak luar. Penentuan dilakukan berdasarkan sistem dan basis data yang dimiliki BGN dengan mempertimbangkan kebutuhan wilayah.
"Penentuan dari mana yang dibuka dan mana yang menjadi duluan dan mana yang belakangan ditentukan oleh sistem, ditentukan oleh database kami," ujarnya.
BGN juga mengingatkan masyarakat dan calon mitra untuk berhati-hati terhadap pihak yang mengaku memiliki kewenangan untuk membantu proses aktivasi SPPG. BGN menegaskan tidak memberikan otorisasi kepada asosiasi, individu, maupun pihak lain untuk menjadi perantara atau calo dalam proses tersebut.
"Kami tidak mengotorisasi siapa pun, tidak mengotorisasi asosiasi mana pun, tidak mengotorisasi pribadi-pribadi mana pun," katanya.
BGN menyebut pihak yang mengatasnamakan pimpinan BGN dan kemudian meminta pungutan atau melakukan tindakan yang tidak sesuai prosedur bukan merupakan pihak yang ditunjuk oleh lembaga. BGN akan melakukan verifikasi apabila ditemukan pihak yang mengaku sebagai perwakilan dalam proses aktivasi SPPG.
"Kalau kemudian ada orang-orang atau oknum-oknum yang mengatasnamakan saya, mengatasnamakan pimpinan di BGN, kemudian melakukan tindakan-tindakan yang merugikan, apakah itu dengan pungutan-pungutan dan sebagainya, ini semua bukan berasal dari kami dan akan kami sampaikan dari BGN yang akan memverifikasi ini semua," tegasnya.
(dec/del)






























