Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Berpotensi Menguat Terbatas Hari Ini

Tim Riset Bloomberg Technoz
30 September 2026 08:18

Pengunjung menukarkan mata uang dolar AS dan rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung menukarkan mata uang dolar AS dan rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pelemahan rupiah di pasar spot Rabu (30/9/2026) berpotensi terpangkas ditopang oleh intervensi bank sentral serta adanya dukungan dari penguatan sebagian mata uang Asia. 

Dari Asia, sebagian mata uang bergerak menguat, seperti baht Thailand, ringgit Malaysia, dolar Hong Kong. Namun, won Korea Selatan dan yen Jepang melemah.

Di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) rupiah mulai menunjukkan tanda pemulihan dan menguat 0,11% ke Rp17.947/US$. 

Mata uang Asia. (Bloomberg)

Penguatan sebagian mata uang kawasan ditopang oleh harga minyak brent yang kembali berada di level US$102/barel. Selain itu, tekanan di pasar obligasi yang kemarin sempat melanda mulai sedikit mereda, meski yield US Treasury tenor 10 tahun tetap tinggi di 5,2%.

Kondisi ini memberikan sedikit ruang bagi aset-aset Asia untuk bernapas setelah tekanan jual meningkat di perdagangan sebelumnya. Di pasar obligasi domestik, yield tenor 1 tahun turun 4,5 bps ke 6,79%, disusul tenor 2 tahun turun tipis 0,1 bps menjadi 6,87% dan tenor 3 tahun turun 0,3 bps ke 6,96%. Begitu juga dengan tenor acuan sudah kembali turun tipis 0,4 bps menjadi 7,21%.