Logo Bloomberg Technoz

Kyivstar, perusahaan Ukraina yang menyediakan layanan telepon seluler dan internet, kemudian mengatakan dalam unggahan di X bahwa sebuah gedung di wilayah Kyiv yang menampung peralatan perusahaan mengalami kerusakan. Perusahaan masih melakukan penilaian terhadap dampak kerusakan tersebut.

Zelenskyy mengatakan Rusia meluncurkan lebih dari 2.200 drone serang ke Ukraina sepanjang pekan lalu, serta sekitar 1.650 bom udara dan 38 rudal dari berbagai jenis, termasuk sejumlah besar rudal balistik. Ia mengatakan serangan pada malam sebelumnya menewaskan sejumlah orang.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan drone mereka menghantam pusat data yang dioperasikan perusahaan Vodafone, “salah satu perusahaan terbesar yang menyediakan layanan seluler dan internet berkecepatan tinggi bagi Angkatan Bersenjata Ukraina.” Pada Minggu, kementerian tersebut mengatakan dua pusat data lainnya, yakni fasilitas Kyivstar dan pusat data lain yang dioperasikan Omega Telecom, juga terkena serangan. Omega Telecom mengelola jaringan serat optik yang luas di seluruh Ukraina.

Pasukan Kremlin juga menyerang tiga pusat logistik di wilayah Kyiv dan Odesa, serta dua kapal pengangkut kargo curah dalam perjalanan menuju pelabuhan Odesa, menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia pada malam hari dan Minggu malam.

Gubernur wilayah Odesa Oleh Kiper mengatakan dalam unggahan di Telegram bahwa serangan besar pada malam hari merusak fasilitas medis, hotel, toko, dan gudang penyimpanan hasil pertanian, di antara sejumlah fasilitas lainnya.

Sementara itu, sistem pertahanan udara Rusia menembak jatuh 96 drone yang diluncurkan Ukraina antara pukul 20.00 waktu Moskow hingga 08.00, di sejumlah wilayah yang berbatasan dengan Ukraina, Semenanjung Krimea yang dianeksasi Rusia, dan Laut Hitam, kata Kementerian Pertahanan Rusia. Angkatan Udara Ukraina mengatakan Rusia meluncurkan 170 drone pada malam hari, mulai pukul 18.00.

Kedua negara yang berperang terus saling melancarkan serangan, sementara invasi skala penuh Kremlin ke Ukraina telah memasuki tahun kelima dan belum menunjukkan tanda-tanda tercapainya kesepakatan damai. AS telah mendorong kedua pihak untuk menyepakati penghentian sementara serangan terhadap fasilitas energi masing-masing, tetapi belum ada pihak yang menerimanya.

Secara terpisah, produsen drone Ukraina Pegasus Arms menghentikan operasinya akibat kerusakan parah setelah serangan rudal balistik Rusia pekan lalu. “Ini merupakan serangan kedua terhadap fasilitas produksi perusahaan,” kata Pegasus Arms melalui Facebook. Setelah serangan sebelumnya pada 2 September, produksi dipindahkan ke lokasi baru dan kembali berjalan. Namun, saat ini produksi kembali dihentikan tanpa batas waktu.

(bbn)

No more pages