Logo Bloomberg Technoz

Rilis data tersebut juga akan mencakup indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed. Baik indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) maupun ukuran inflasi inti—yang tidak mencakup energi dan makanan—diproyeksikan akan meningkat lebih cepat pada bulan Agustus dibandingkan bulan sebelumnya.

Para investor akan mencermati laporan tersebut untuk mengevaluasi kembali perkiraan mengenai apakah The Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan Oktober, menyusul kenaikan suku bunga bulan ini. Saat ini, probabilitas pasar lebih condong pada kenaikan sebesar seperempat poin persentase pada bulan depan.

Selain itu, pada hari Rabu, BEA akan merilis revisi data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal kedua serta pembaruan tahunan untuk PDB nasional yang mencakup periode sejak awal tahun 2021. Pembaruan metodologis juga akan dilakukan terhadap data belanja konsumen dan indeks harga PCE.

Agenda padat minggu ini juga mencakup data lowongan kerja bulan Agustus pada hari Selasa dan survei manufaktur bulan September dari Institute for Supply Management pada hari Kamis.

Di Kanada, pertumbuhan bulan Juli diperkirakan stagnan seiring melemahnya sektor manufaktur dan penjualan ritel. Estimasi awal PDB untuk bulan Agustus akan memberikan gambaran awal mengenai kondisi ekonomi di tengah kegagalan pembicaraan perdagangan dengan AS. Pejabat Bank of Canada, Toni Gravelle dan Carolyn Rogers, dijadwalkan akan berbicara pada minggu ini.

Di wilayah lain, data inflasi mulai dari zona euro hingga Indonesia, keputusan kebijakan moneter di Australia dan Kolombia, serta data Brasil menjelang pemilihan presiden mendatang akan menjadi sorotan utama.

Asia

Bank sentral dan prospek inflasi di Asia akan menjadi pusat perhatian saat para pembuat kebijakan menghadapi kombinasi situasi sulit: biaya pinjaman global yang lebih tinggi, harga energi yang fluktuatif, dan risiko cuaca yang kian meningkat.

Reserve Bank of Australia akan memutuskan kebijakan moneter pada hari Selasa; pasar menantikan kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan di tengah upaya para pejabat mengatasi inflasi yang membandel dan dampak dari kenaikan suku bunga terbaru oleh The Fed.

Keputusan ini akan menguji sejauh mana pembuat kebijakan perlu merespons tekanan harga dan mata uang, bahkan ketika biaya pinjaman yang lebih tinggi mulai menghambat aktivitas ekonomi dan mengancam pertumbuhan.

Laporan inflasi Australia akan dirilis pada hari Rabu. Data harga dari wilayah lain akan menunjukkan apakah tekanan serupa sedang terbentuk, terutama karena konflik di Timur Tengah menjaga harga minyak mentah tetap mendekati level $100 per barel dan pola iklim El Niño mulai berdampak pada pasokan pangan.

Indonesia akan merilis data inflasi pada hari Kamis, sementara data dari Korea Selatan dan Vietnam masing-masing akan diumumkan pada hari Jumat dan Sabtu.

Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur akan memberikan indikator penting mengenai permintaan regional yang mendapat dorongan dari tren peningkatan kecerdasan buatan (AI), khususnya di Taiwan dan Korea Selatan. Aktivitas pabrik di Tiongkok sempat terkontraksi pada bulan Agustus, namun indikator resmi diperkirakan akan kembali pulih bulan ini ke atas level 50—batas yang memisahkan antara ekspansi dan kontraksi. Data ekspor Korea Selatan akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai ketahanan ekonomi industri Asia di tengah pengetatan kondisi keuangan akibat aksi jual obligasi global, serta kenaikan biaya input yang dipicu oleh risiko geopolitik dan cuaca.

Survei Tankan Jepang diperkirakan akan menunjukkan perbaikan sentimen di kalangan perusahaan manufaktur terbesar negara tersebut, mencapai tingkat optimisme tertinggi sejak Desember 2017.

Eropa, Timur Tengah, Afrika

Inflasi di kawasan Euro diperkirakan akan mencapai level tertinggi dalam tiga tahun—berdasarkan prakiraan menjelang rilis data pada hari Jumat—dengan angka median yang diprediksi sebesar 3,7%.

Data serupa dari Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol akan dirilis lebih awal pada minggu ini. Percepatan inflasi yang serupa juga diprediksi terjadi, didorong oleh faktor biaya energi.

Hasil-hasil tersebut akan memperkuat argumen bagi kenaikan suku bunga ketiga tahun ini oleh Bank Sentral Eropa (ECB). Di antara beberapa pejabatnya yang akan berbicara dalam beberapa hari mendatang, Presiden Christine Lagarde akan mengawali rangkaian tersebut dengan memberikan keterangan pada hari Senin di hadapan panel Parlemen Eropa di Brussels.

Para pengamat ECB juga akan mencermati setiap komentar yang mungkin ia sampaikan mengenai kemungkinan meninggalkan jabatannya sebelum masa tugasnya berakhir pada Oktober 2027. Persaingan untuk mencari penggantinya sudah berlangsung sengit, meskipun garis finisnya masih sulit diprediksi.

Di Inggris, sejumlah agenda yang melibatkan Bank of England telah dijadwalkan, termasuk kehadiran Gubernur Andrew Bailey dalam konferensi untuk menghormati mantan pembuat kebijakan Charles Goodhart. Survei Decision Maker Panel milik bank sentral tersebut akan dirilis pada hari Jumat.

Data akhir PDB kuartal kedua, yang mencakup komponen pengeluaran, dijadwalkan rilis pada hari Rabu.

Sementara itu, konferensi tahunan Partai Buruh di Liverpool akan menjadi pusat perhatian. Pada hari Minggu, Andy Burnham mengisyaratkan akan memaparkan usulan penerapan pungutan baru guna mendanai reformasi layanan perawatan sosial.

Risalah rapat Riksbank Swedia—yang pada hari Kamis menunjukkan pergeseran sikap ke arah kemungkinan kenaikan suku bunga—akan dirilis pada hari Rabu.

Di Swiss, Swiss National Bank (SNB) akan memublikasikan data intervensi valuta asing yang dilakukannya selama kuartal kedua. Bank sentral tersebut telah melunakkan retorika ancaman intervensi untuk menahan penguatan mata uang franc setelah mata uang itu mengalami pelemahan yang signifikan.

Akibat langkah tersebut yang memicu kenaikan biaya impor, SNB sedikit menaikkan perkiraan inflasinya. Para ekonom memperkirakan angka pertumbuhan harga terbaru pada hari Kamis akan mencapai 1%, yang merupakan laju tercepat dalam dua tahun terakhir. Presiden SNB, Martin Schlegel, dalam sebuah wawancara yang disiarkan hari Sabtu, menyatakan bahwa bank sentral berada dalam "posisi yang nyaman" terkait inflasi.

Rumania dijadwalkan akan mendapatkan tinjauan potensi pembaruan peringkat kredit dari S&P Global Ratings pada hari Jumat. Negara tersebut, yang dilanda gejolak politik selama berbulan-bulan, kini berada di peringkat layak investasi terendah dan terancam diturunkan peringkatnya ke kategori sampah.

Beralih ke Afrika, dampak eksternal dari perang Iran dan Ukraina kemungkinan akan membuat Mozambik mempertahankan suku bunga acuan di angka 9,25% pada hari Rabu, sementara para pejabat mengevaluasi risiko terhadap prakiraan inflasi mereka. Tren disinflasi di Zambia kemungkinan akan mendorong penurunan biaya pinjaman untuk keempat kalinya secara berturut-turut.

Amerika Latin

Pemilihan umum Brasil pada 4 Oktober akan menjadi sorotan utama; jajak pendapat mengindikasikan bahwa pemilihan presiden — yang mempertemukan petahana berusia 80 tahun, Luiz Inácio Lula da Silva, dengan penantang dari kubu kanan berusia 45 tahun, Flávio Bolsonaro — akan berlanjut ke putaran kedua pada 25 Oktober.

Menjelang pemungutan suara, kondisi keuangan pribadi maupun pemerintah menjadi perhatian utama bagi para pemilih di Brasil serta para investor, yang akan mencermati data pemerintah bulan Agustus mengenai total utang, keseimbangan anggaran, dan rasio utang terhadap PDB.

Ekonomi terbesar di Amerika Latin ini juga akan merilis laporan mengenai transaksi berjalan, investasi asing langsung, penyaluran kredit, tingkat pengangguran, dan penciptaan lapangan kerja, serta laporan kondisi pasar dari bank sentral.

Sorotan utama dari laporan mingguan Cile adalah data aktivitas ekonomi bulan Agustus. Penurunan tajam sebesar 1,7% pada bulan Juli sebagian besar disebabkan oleh badai hujan mematikan yang menghentikan sejumlah operasi pertambangan, namun hal itu juga terjadi setelah kinerja semester pertama yang mengecewakan.

Dengan alasan kekhawatiran bahwa "kelemahan ekonomi mungkin berlangsung lebih lama dari perkiraan," bank sentral Cile memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini menjadi hanya di kisaran 0,25% hingga 0,75%.

Di Meksiko, agenda pekan ini mencakup data perdagangan, penyaluran kredit, keseimbangan keuangan publik, dan remitansi bulan Agustus, serta survei bulanan bank sentral terhadap para ekonom. Pada 23 September, pejabat AS dan Meksiko menyatakan telah sepakat untuk menunda putaran keempat perundingan revisi perjanjian perdagangan USMCA—yang sedianya dijadwalkan pada bulan September—hingga bulan depan.

Bank sentral Kolombia merupakan satu-satunya otoritas moneter utama di kawasan tersebut yang akan menetapkan suku bunga pada pekan mendatang, dan konsensus awal memperkirakan BanRep akan mempertahankan suku bunga di level 12% untuk pertemuan kedua berturut-turut.

Angka inflasi bulan Agustus tercatat lebih tinggi dari perkiraan, namun para analis menilai bahwa apresiasi mata uang peso serta melemahnya aktivitas dan permintaan domestik akan mendorong mayoritas anggota dewan bank sentral untuk menahan diri dari perubahan kebijakan.

(bbn)

No more pages